"Nanti pas lahiran, rencananya normal atau caesar??"
Hehe.. Sebuah pertanyaan yang kerap
dilontarkan oleh orang-orang dilingkungan sekitar ibu hamil termasuk kami. Sedari
awal kami punya motivasi untuk bisa melahirkan secara normal, bahkan cenderung
anti dengan Caesar, walaupun kami tetap harus mempersiapkan kemungkinan untuk
itu.
Apalagi prasangka buruk sempat
menghampiri ketika beberapa rekan mengatakan operasi caesar saat ini lebih
seperti proyek, tentu karena operasi tersebut menelan biaya yang tidak sedikit.
Bahkan ada istri seorang rekan yang berprofesi sebagai perawat sempat menasehati
agar hati-hati terhadap obat-obatan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi sang
ibu pada saat hamil, bisa jadi obat tersebut dapat mendorong pertumbuhan bayi dengan
pesat sehingga jika ukuran bayi semakin besar, ada kemungkinan akan sulit lahir
normal, sehingga mau tidak mau ya harus Caesar. Huft apa iya... Terang saja sebagai
orang awam hal tersebut seperti mimpi buruk. Namun kami tetap berusaha berpikir
positif jika dokter-dokter ditempat kami masih punya tanggung jawab dan bukan dokter
yang seperti itu. ;) Kalaupun harus diambil tindakan tentu kami tetap berharap
yang terbaik.
![]() |
| Proses Bersalin Normal (Google.com) |
Dan.. terlepas dari
ketakutan-ketakutan diatas, setelah sukses mewujudkan keinginan untuk
melahirkan secara normal, ternyata proses bersalin normal mempunyai banyak
kelebihan dan sudah kami rasakan sendiri lho, kira-kira ini kelebihan proses
bersalin normal:
- Cepat bisa beraktivitas lagi
Tepat jam 11.00 siang si bayi lahir, selang 5 jam kira-kira
jam 3-4 sore istri sudah bisa berjalan ke kamar mandi untuk buang air kecil
(wow..) walaupun masih terlihat berat langkah kakinya. Setidaknya ini sudah
membuktikan kalau proses bersalin normal bisa membuat si ibu segera bangkit dan bisa mengurus bayinya.
- Proses Recovery yang lebih cepat
Konon katanya proses penyembuhannya lebih cepat, cukup
menunggu masa nifas habis selesai sudah. Dan sampai detik ini, setelah 2 minggu
sehabis proses bersalin, istri saya terlihat seperti normal-normal saja, namun
tetap perlu perawatan seperti memakai stagen dan minum jamu.
- Bayi Lebih Kuat dan Sehat
Tidak hanya bermanfaat bagi ibu, kata dokter bayi yang lahir
karena persalinan normal cenderung lebih kuat karena bayi juga ikut berjuang
saat proses persalinan (saya jadi ingat saat dokter sempat kesal saat istri
minta Caesar ditengah proses bersalin normal, “Jangan nyerah buk! ini bayinya jg
lagi berjuang..!”) :D. Selain itu konon paru-paru
bayi akan lebih kuat karena saat melewati vagina, ada proses pengangkutan oksigen
ke jaringan-jaringan tubuh bayi, sehingga bayi yang dilahirkan melalui proses
normal memiliki risiko gangguan yang lebih rendah.
- Ikatan Batin yang Lebih Kuat antara ibu dan bayi
Konon katanya ibu yang melahirkan bayi secara normal akan
mempunyai ikatan batin yang kuat dengan bayinya, setelah saya baca-baca
ternyata setelah benar. Katanya, setelah Melalui tes MRI, ditemukan fakta bahwa
sensitivitas yang mengatur emosi dan motivasi di daerah otak pada ibu yang
melahirkan normal lebih tinggi. Jadi, ini membuat ibu yang melahirkan secara
normal jadi lebih responsif terhadap tangisan bayi.
- Hemat
Tak
bisa dipungkiri ini salah satu nilai plusnya. Jika ibu termasuk bukan pengguna
jasa asuransi, secara tak langsung persalinan normal sanggup menekan biaya
persalinan kita karena faktor keberhasilan proses bersalin secara normal lebih
banyak bergantung pada si ibu sendiri. Jadi disini peran dokter cukup membantu,
dan mendampingi, agar semua berjalan dengan lancar jaya. Cukup dengan biaya
sebesar 4,1 juta dari total Paket Persalinan Patologis Kelas 1 yang seharusnya sejumlah
3.5 juta (dikarenkaan istri sempat mengalami kesulitan sehingga dokter harus memasang oksigen, infus, dan
menggunakan vakum sebagai alat bantu ditambah obat-obatan pendukung). Setidaknya
angka ini lebih hemat sekitar 5-6 juta dimana teman saya sebelumnya harus
merogoh kocek sebesar 10 juta untuk proses bersalin secara Caesar.
Berikut
rinciannya :
o Obat ibu & bayi Rp. 350.000,-
o Kamar Bersalin & Alat Rp. 450.000,-
o Jasa & Visit dokter Kebidanan Rp. 1.100.000,-
o Jasa & Visit dokter Anak Rp. 300.000,-
o Jasa Asisten Rp.
250.000,-
o Alat Kesehatan Rp.
550.000,-
o Administrasi Rp.
100.000,-
o Ruangan Rp.
200.000,-
o Perawatan ibu & bayi Rp. 200.000,-
Total Rp. 3.500.000,-
o Tambahan
o Obat Ibu + Alkes tambahan Rp. 263.500,-
o Obat Bayi Rp.
42.000,-
o Koperasi Rp.
53.000,-
o Vacum Rp.
250.000,-
o O2 Rp.
15.000,-
Total Rp.
4.123.500,-
Hemat
bukan?? J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar